
Garut, 24 Oktober 2025 — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjalin kerja sama akademik dengan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa, dan Sastra Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Integrasi Kajian Linguistik, Sastra, dan Pengajaran Bahasa dalam Bentuk Literasi Kritis.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, sebagai wujud kolaborasi lintas institusi dalam memperkuat sinergi antara teori akademik dan penerapan nyata di masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua institusi yang berfokus pada pengembangan kemampuan literasi kritis masyarakat, terutama dalam konteks pemanfaatan bahasa dan sastra sebagai media refleksi sosial dan pembentukan pola pikir kritis. Melalui pendekatan integratif antara kajian linguistik, sastra, dan pedagogi bahasa, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran literasi serta memperkuat kemampuan berpikir analitis peserta terhadap berbagai teks dan fenomena sosial.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti sesi workshop, diskusi kelompok, dan praktik analisis teks yang menyoroti bagaimana literasi kritis dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk berbagi hasil riset dan pengalaman dalam mengintegrasikan teori linguistik dan sastra ke dalam konteks pembelajaran bahasa yang lebih reflektif dan transformatif.

Kerja sama antara FTK UIN Sunan Gunung Djati dan Fakultas Pendidikan IPI Garut ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik dan memperluas dampak sosial perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa dan literasi. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kedua institusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), serta dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan sosial melalui pendidikan, riset, dan pengabdian.

Sebagai tindak lanjut, kedua fakultas berencana mengembangkan program pelatihan lanjutan dan riset kolaboratif yang berfokus pada literasi kritis dan pedagogi berbasis kajian sastra dan linguistik. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui umpan balik peserta yang menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap relevansi materi dan metode pelatihan yang aplikatif. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kedua pihak sepakat untuk menjadikan program ini sebagai agenda berkelanjutan yang dilaksanakan setiap tahun dengan cakupan peserta yang lebih luas dan pendekatan yang semakin inovatif dalam pengembangan literasi kritis di masyarakat.